Bapakku Yang Terhormat, Malu Donk Sama Anak Bangsa Anda

26 Mei

Putra-putri dan anak bangsa ini semakin menunjukkan prestasi dan keunggulannya di berbagai macam bidang. Sementara para tokoh politiknya semakin menunjukkan eksistensinya dengan saling mengumbar pernyataan yang saling menyindir satu sama lain. Kok mereka tidak malu ya pada putra-putri dan anak bangsa yang justru banyak sekali mengharumkan bangsa ini di tingkat nasional dan internasional.

Terkadang dalam hati kecilku bertanya masih punya nggak sih hati nurani, masih menghargai nggak sih nilai moral, kalo masih tolonglah diberikan contoh yang baik kepada anak bangsa ini. Jangan asal saling caci maki di media, gunakanlah cara yang santun.

Bukankah anda-anda semua selalu mengatasnamakan rakyat kepentingan bangsa. Jangan salahkan rakyat jika saat ini gampang marah dan emosi, hanya masalah sepele bisa memicu tawuran. Karena anda semua tiap hari berkelahi di media. Belum lagi ketidakadilan yang dipertontonkan, koruptor bisa ketawa ketiwi di media sementara rakyat kecil hanya karena sandal butut harus digebukin dan dihukum.

Mau dibawah kemana bangsa ini..???

Kematian Sdr Sondang dengan membakar diri di depan istana merupakan wujud frustasi salah satu anak bangsa dengan keadaan saat ini.

Tolonglah para pemimpin kami yang tercinta supaya lebih bijak dan santun. Berikan kesejukan hati bagi bangsa ini. Para aparat tolonglah lebih mengedepankan hati nurani dalam mengambil tindakan. Anda-anda semua dibayar dari uang rakyat jadi tolong dong rakyat juga dilindungi…

Doa dan Air Mata

26 Mei

Oleh Ustaz Toto Tasmara

Perhatikan dengan hati paling bening. Betapa kita jarang menyatakan kerinduan cinta kepada Sang Khaliq dengan rintihan dan air mata. Hari-hari dipenuhi dengan kesenangan dan hura-hura. Hidup seakan tak menemukan wajah sejatinya karena didera tawa yang menutup bashirah (mata batinnya) untuk menatap wajah Ilahi. Padahal, sungguh pada setiap desah napas adalah untaian langkah perjalanan menuju hari akhir.

Teringatlah kita akan sikap mahabbah penuh cinta para perindu Ilahi. Siang hari, ia mengepakkan sayap kehidupannya dengan penuh marhamah (kasih sayang), bagaikan singa jantan ia menunddukan dunianya. Tetapi, bila kelambu malam menyelimuti dirinya, ia pun meneteskan air mata, merintih penuh harap dan takut, bagaikan anak kucing yang merindu dalam dekapan induknya.

Alangkah indahnya tetesan air mata yang merembes dari kelopak mata karena takut, cemas, dan penuh harap ke hadirat Ilahi. Sejatinya, memang tangisan itu adalah bahasa batin. Ungkapan kalimat yang tidak mungkin diungkapkan dan diartikulasikan sepenuhnya dengan bahasa lisan. Allah berfirman, “Dan sujudlah mereka sambil menangis, dan bertambah khusyuk.” (QS al-Isra’ [17]: 109).

Tangisan yang muncul karena takut kepada Allah, akan menambah rasa khusyuk dan keyakinan bahwa dia akan terbebaskan dari beban yang berat di dunia dan di akhirat. Rasulullah SAW telah bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah.” (HR Tirmidzi dalam Riyaduh Shalihin, I/393).

Rasulullah SAW tidak hanya berkata-kata tentang betapa pentingnya menangis, tetapi beliau pun memberikan contoh kemuliaan akhlaknya dengan menunjukkan sikapnya bahwa menangis itu memang dibutuhkan. Ketika shalat dan berdoa, Rasul khusyuk dan tenggelam dalam kerinduan kepada Allah disertai dengan isak tangis yang merintih.

<Imam Abu Dawud meriwayatkan, “Saya datang kepada Nabi SAW, sedangkan beliau melaksanakan shalat, maka terdengar napas tangisannya bagaikan suara air mendidih dalam bejana.” (HR Abu Daud dari Abdullah bin as-Sykhir RA dalam Riyadus Shalihin, I/394).

Hal serupa juga ditunjukkan Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah. Ali berkata, “Tetesan air mata dan ketakutan hati adalah bagian dari rahmat Allah saat berzikir kepada-Nya. Jika kamu mendapatkan kondisi ini, sampaikan doamu. Dan sekiranya ada seorang hamba dalam umat ini menangis, niscaya Allah SWT menyayangi umat itu karena zikirnya yang disertai tangisan.” (Biharul Anwar, 93: 336).

<Menangislah dengan deraian air mata. Ia sangat diperlukan untuk menundukkan hati dan jiwa yang kaku karena tak pernah merasa takut kepada Allah. Menangislah, karena tangisanmu akan membawamu pada perasaan yang halus dan peka pada kehidupan. Karena itu, saudaraku, iringilah doa-doamu dengan air mata. Adukan suka-dukamu kepada Allah dengan wajah basah dan hati gerimis. Karena sesungguhnya, di setiap tetes air matamu akan ada ijabah Ilahiyah yang tersenyum. Wallahu a’lam.

Jujur Pangkal Bahagia

26 Mei

Oleh: Amir Faishol Fath

Banyak orang mengejar kebahagiaan di balik kemegahan materi. Padahal, itu semua hanyalah kesemuan belaka. Kalau ingin bahagia jujurlah. Jujur kepada Allah sebagai hamba-Nya, jangan basa-basi dan jangan setengah-setengah. Jujur sebagai suami, maka selalu menjauhi dosa dan memberikan nafkah secara halal dan maksimal.

Jujur sebagai istri, maka selalu menjaga kehormatan diri dan harta suami dan benar-benar menjadi tempat berteduh bagi suami. Jujur sebagai pemimpin, maka selalu menjunjung tinggi asa musyawarah dan bekerja keras untuk menegakkan keadilan dan memastikan kesejahteraan rakyatnya.

Bila kejujuran seperti tersebut di atas terwujud, banyak hikmah yang akan dipetik. Pertama, jujur akan mengantarkan ke surga. Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan akan mengantarkan ke surga… dan sungguh kebohongan akan mengantarkan kepada dosa, dan dosa akan mengantarkan kepada neraka…” (HR Bukhari-Muslim).

Berdasarkan ini, jelas bahwa tidak mungkin kebaikan akan datang jika manusia yang berkumpul di dalamnya adalah para pembohong dan pendusta. Bila di tengah mereka menyebar kebohongan, otomatis dosa akan semakin merajalela. Bila dosa merajalela, jaminannya adalah neraka.

Kedua, jujur akan melahirkan ketenangan. Rasulullah SAW bersabda, “… maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan kebohongan adalah keraguan…” (HR Turmidzi). Orang yang selalu jujur akan selalu tenang sebab ia selalu membawa kebenaran. Sebaliknya, para pembohong selalu membawa kebusukan dan kebusukan itu membawa kegelisahan akibat kebusukannya. Ia akan selalu dihantui dengan kebohongannya dan takut hal itu akan terbongkar. Dan, bila seorang pembohong seperti ini menjadi pemimpin, ia tidak akan sempat mengurus rakyatnya karena sibuk menyembunyikan kebusukan dalam dirinya.

Ketiga, jujur disukai semua manusia. Abu Sufyan pernah ditanya oleh Heraklius mengenai dakwah Rasulullah SAW. Abu Sufyan menjelaskan bahwa di antara dakwahnya adalah mengajak berbuat jujur. (HR Bukhari-Muslim).

Rasulullah SAW terkenal sebagai manusia yang paling jujur. Bahkan, sebelum kedatangan Islam, beliau sudah masyhur sebagai orang yang jujur. Orang-orang kafir Makkah pun mengakui kejujuran Rasulullah SAW sekalipun mereka tidak beriman. Bahkan, mereka memberi gelar “Al-Amin” (orang yang tepercaya) kepada Rasulullah. Selain itu, mereka juga selalu menitip kan barang berharga kepada beliau.

Keempat, jujur akan mengantarkan pelakunya pada derajat tertinggi. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang memohon dengan jujur untuk mati syahid, (maka ketika ia wafat) ia akan tergolong syuhada sekalipun mati di atas kasurnya.” (HR Muslim).

Kelima, jujur akan mengantarkan pada keberkahan. Nabi Muhammad bersabda,”Pembeli dan pedagang jujur dalam bertransaksi dagang, maka akan diberkahi Allah. Sebaliknya, jika menipu, Allah akan mencabut keberkahan dagangannya.”(HR Bu khari Muslim). Wallahu a’lam.

Inilah Penyebab Utama Lemahnya Umat Islam

25 Mei

Dari Tsauban, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkok.’ Seorang laki-laki berkata, ‘Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?’.

Beliau menjawab, ‘Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut (para musuh) kepada kalian, dan akan menanam kn ke dalam hati kalian al-Wahn.’ Seseorang lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu al-Wahn?’ Beliau menjawab, ‘Cinta dunia dan takut mati’.” (HR Abu Daud)

Konstruksi bangunan sosial Islam pernah mencapai puncak kejayaan dan kegemilangannya ketika keseimbangan cara hidup umat Islam berpandukan kitab suci dan tuntunan sunah Rasul- Nya. Sayangnya, tradisi sosial itu telah tergeser oleh nilai-nilai materialisme, yakni sistem sosial yang berorientasi dan didasari ukuran-ukuran materi.

Dalam kondisi demikian, sesungguhnya sistem sosial itu dianggap sakit karena telah terjadi penyimpangan perilaku sosial, menyimpang dari sistem tauhid kepada sistem materialisme. Bentuk konkret dari sistem sosial yang sakit adalah seperti yang digambarkan oleh hadis Tsauban di atas. Umat Islam adalah segerombolan orang yang terserang penyakit berbahaya, yakni cinta dunia dan takut mati.

Penyakit yang disebut dengan istilah al-Wahnini digambarkan sebagai bangsa yang tidak berdaulat secara politik, hukum, mili ter, dan ekonomi sehingga dengan mudahnya para kolonial bangsa ini menguasai aset-aset bangsa Indo nesia yang mayoritasnya umat Islam. Sebab lainnya adalah seperti yang digambarkan hadis lain Rasulullah.

“Akan datang suatu zaman di mana tidak tersisa dari Islam, kecuali tinggal namanya saja, tidak tersisa dari Alquran kecuali tinggal tulisannya saja, masjid-masjid mereka megah dan semarak, tetapi jauh dari petunjuk Allah, ulama- ulama mereka menjadi manusia- manusia paling jahat yang hidup di bawah kolong langit, dari mulut mereka ke luar fitnah dan akan kembali kepada mereka.” (HR Baihaqi)

Hadis di atas menjelaskan lebih spesifk lagi sebab dari lemahnya umat Islam sehingga Islam tinggal simbol dalam bentuk nama belaka. Pertama, Alquran hanya tinggal tulisannya karena telah kehilangan fungsinya sebagai petunjuk dan dan panduan hidup.

Kedua, masjid-masjid jauh dari petunjuk Allah karena bukan Allah yang diseru dan bukan kepentingan Allah yang diperjuangkan di dalamnya.

Ketiga, ulama-ulama sudah menjadi penjahat yang paling jahat di bawah langit dan dari mulut mereka keluar fitnah-fitnah yang membaha yakan diri mereka sen diri, karena berbicara dan berfatwa berdasarkan hawa nafsu dan kepentingan-kepentingan kerdil duniawi. Wallahu a’lam bish shawab.

Dikutip dari konsultasi agama Harian Republika yang diasuh Ustaz Bachtiar Nasir

Mobil Esemka Menuju Mobil Nasional

8 Jan

Akhir-akhir ini media massa baik cetak dan elektronik ramai membicarakan mengenai Mobil Esemka yakni mobil yang diproduksi oleh siswa-siswa SMK.

Suatu kebanggaan tersendiri bahwa putra-putri bangsa kita telah menghasilkan karya yang luar biasa. Sebenarnya Karya Mobil Esemka ini sudah lama dan sering dipamerkan bahkan pengajuan ijin serta uji layak jalannya pun juga sudah lama, dengar-dengar sih masih ada kendala di uji emisi gas buangnya.

Mungkin ada pertanyaan kalo sudah lama kok baru ramai-ramai sekarang..???

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa kita sejak jaman reformasi banyak dilanda demam oleh budaya “idol”, ada yang mengatakan pencitraan, popularitas atau mungkin bahas awamnya numpang beken. Ramainya pemberitaan Mobil Esemka berawal dari langkah Bapak Jokowi memesan 2 unit mobil esemka versi rajawali sejenis SUV dari SMK Surakarta, mobil ini untuk mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati. Langkah yang diambil oleh Jokowi merupakan terobosan yang luar biasa karena sekian lama hasil karya anak bangsa ini sepertinya memang tidak ada yang mengangkat sehingga hanya terhenti di skala lab dan prototyping. Apa yang dilakukan oleh Jokowi langsung diberitakan oleh media dan menjadi berita nasional. Para pejabat dan tokoh politik ramai-ramai memesan unit mobil esemka, tentunya ini patut kita hargai tapi apakah benar ini yang diinginkan, apakah visi dan misi SMK itu sendiri.. Saya khawatir apabila SMK dibanjiri order mobil esemka, maka SMK sebagai lambaga pendidikan ini menjadi tidak fokus untuk menyiapkan anak didik yang cerdas dan kreatif sehingga menghasilkan cikal bakal tumbuhnya kemandirian bagi bagi bangsa kita.

Akankah Mobil Esemka menjadi Mobil Nasional ?

Jawabannya “Sangat Mungkin”, Tapi untuk mewujudkan mobil nasional tidak hanya dari sisi teknis tapi perlu ada keseriusan dari pemerintah untuk memukul gong sebagai tanda kick off proyek menuju mobil nasional. Pemerintah harus mempunyai komitmen akan mobil nasional tersebut karena ini sudah litas direktorat dan lintas departemen. Mobil  nasional tidak bisa terwujud hanya dari SMK karena SMK sebagai lambaga pendidikan akan menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dibidangnya tidak hanya otomotif tapi termasuk bidang lainnya. Pemerintah memberikan komitmen dengan regulasi yang mendukung mobil nasional, pihak swasta sebagai investor akan mendirikan pabrik dan menyiapkan segala sesuatunya dengan catatan tentunya ada jaminan jangka panjang bahwa bisnis ini akan sangat menguntungkan.

Untuk membuat mobil nasional secara teknis dengan local content 100% sangatlah bangsa kita mampu, jangankan mobil pesawat pun kita mampu buat. Tapi apa yang terjadi sekarang ini,apa yang dihasilkan oleh anak bangsa ini lebih cenderung terkerdilkan oleh keadaan, apa yang dihasilkan jika tidak ada muatan politiknya tidak akan diangkat. Tapi kalau itu akan mengangkat pencitraan dan bisa buat numpang beken ramai-ramai mendukung, walaupun kadang-kadang hanya panas-panas tahi ayam.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.