Indonesia diperkirakan akan menghadapi tantangan utama tentang standardisasi produk dalam menuju kesepakatan kawasan perdagangan bebas ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada tahun 2015. Hal ini dapat dilihat dari ketertinggalan Indonesia dalam memenuhi Harmonisasi Standar Produk Elektronika dan Listrik ASEAN atau ASEAN Harmonized Electrical and Electronic Equipment Regulatory Regime (AHEEERR) yang mulai diterapkan mulai tahun 2011. Saat ini waktu yang tersisa menuju implementasi AHEEERR tinggal 10 bulan.
Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan dari 199 standar elektronika dan listrik yang disepakati untuk diharmonisasikan di tingkat ASEAN, Indonesia baru memenuhi 19 standar, sedangkan 10 standar lagi menyusul dinotifikasikan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Harmonisasi standar ini secara ekonomi dapat merugikan Indonesia. Pasalnya, dilihat dari besarnya pasar, Indonesia memiliki pasar yang besar dibanding negara-negara ASEAN lainnya, sehingga produk-produk dari negara lain berupaya masuk ke Indonesia tanpa hambatan nontarif seperti standar. Bandingkan dengan pemenuhan harmonisasi standar di Malaysia yang mencapai 156 produk, Thailand sebanyak 56 produk, Singapura 34 produk, dan Vietnam mengungguli Indonesia dengan 20 produk. Sementara Filipina, Brunei, dan Kamboja masing-masing sembilan, tujuh, dan tiga produk.
Saat ini semua transaksi perdagangan menggunakan standar sebagai salah satu faktor utamanya sehingga menjadi bahasa kedua setelah harga. Standar sangat dibutuhkan dalam setiap transaksi karena dengan standar para pelaku perdagangan dapat secara cepat mengetahui kualitas dan mutu produk tersebut. Indonesia terus berupaya untuk memperbanyak Standar Nasional Indonesia (SNI) yang harmonis dengan standar internasional sehingga ke depan semua produk yang memiliki tanda SNI akan diterima oleh pasar global.
Dalam menghadapi pasar bebas ASEAN China (ACFTA) Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan memfokuskan SNI untuk sepuluh sektor industri yang perdagangan dengan China tinggi. SNI merupakan senjata untuk menahan laju impor produk-produk dari China yang kebanyakan kualitasnya di bawah standar. Sektor industri yang dipilih dinilai memiliki nilai ekspor atau impor minimal USD100 juta. Kesepuluh sektor industri ini adalah 1) baja, 2) aluminium, 3) elektronik dan kelistrikan, 4) petrokimia, 5) mesin dan perkakas, 6) hasil pertanian, 7) makanan dan minuman, 8) Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), 9) alas kaki, 10) dan mainan anak. Saat ini jumlah SNI untuk kesepuluh industri tersebut tercatat 1491 SNI. Dari jumlah itu, SNI untuk sektor makanan dan minuman paling banyak, yaitu sebanyak 440 SNI dan sektor TPT sebanyak 266 SNI.
Selain itu, untuk menyesuaikan standar kualitas produk dalam negeri dengan produk ASEAN, BSN juga bekerja sama dengan negara ASEAN terkait dengan standardisasi produk. Saat ini sudah ada 8 sektor industri yang akan dilakukan harmonisasi standar dengan negara ASEAN, yaitu sektor elektronik, otomotif, makanan olahan, peralatan medis, produk karet, dan produk perikanan. Untuk tahun 2011, BSN menargetkan 250 SNI baru terhadap produk dengan mengajukan anggaran Rp82,5 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan ke dalam tiga kelompok yakni untuk dukungan manajemen tugas teknis, peningkatan sarana dan prasarana aparatur BSN, serta pengembangan standardisasi nasional.
Kendala Indonesia memenuhi harmonisasi standar itu adalah keterbatasan infrastruktur yakni laboratorium penguji standar yang sanggup memenuhi standar. Untuk mewajibkan suatu standar dibutuhkan ketersediaan infrastruktur laboratorium. Saat ini, lembaga sertifikasi atau balai pengujian yang masih terkonsentrasi di pulau Jawa. Padahal produk industri tidak hanya berada di Pulau Jawa.
Pemerintah terus mendorong penyesuaian standar suatu produk nasional terhadap standar internasional untuk menghadapi perubahan perilaku barang dan pola konsumsi dunia saat ini. Standardisasi semakin penting dalam menghadapi persaingan global karena permintaan terhadap suatu produk cenderung mengacu pada standar produk itu.
Langkah penyesuaian standar mutlak dilakukan guna mendukung upaya perluasan dan diversifikasi produk di pasar global. Pasalnya, tanpa penyesuaian standar, target peningkatan ekspor melalui perluasan dan diversifikasi produk justru akan terhambat. Dalam memenuhi permintaan konsumen global, harmonisasi standar yang dilakukan tetap harus memperhatikan karakter konsumen dan pengguna produk di masing-masing negara. Masalah standar ini justru sering terabaikan dalam perdagangan antarnegara. Namun, tidak sedikit pihak yang justru menggunakan isu standar tersebut untuk melakukan hambatan dagang terhadap suatu negara.
Menurut KADIN Indonesia, ada proses-proses yang harus dilalui menuju kepada pemenuhan standar internasional, yakni bagaimana memenuhi standar nasional di dalam negeri sendiri dan kesiapan industri domestik. Dan yang harus dilakukan saat ini adalah upaya memenuhi standar nasional terlebih dahulu, baru kemudian mengarah ke standar internasional.
Jika Indonesia hendak membuat suatu standar tetap harus mengacu pada kesepakatan yang ditanda tangani dalam Mutual Recognition Arrangements (MRAs) dan berbagai standar itu tidak boleh bertentangan dengan WTO.
Dari dalam negeri, pemerintah didesak untuk mempublikasikan daftar merek produk yang tidak sesuai SNI. Dengan adanya daftar tersebut, dapat memudahkan pengusaha ritel melakukan pengawasan. Selama ini informasi yang disampaikan pemerintah hanya berupa data dari produk-produk yang sudah memiliki SNI. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sudah meminta kepada anggotanya agar tidak mengedarkan produk-produk yang diduga tidak sesuai standar. Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag akan menindaklanjuti permintaan tersebut, yakni dengan menyampaikan merek-merek yang tidak sesuai SNI melalui media. Namun di samping itu, pengusaha ritel juga harus memperhatikan pemasok dan tanda SNI pada produknya. (AI) Sumber www.businessnes.co.id
SNI sebagai Modal Untuk Pasar Global
21 JunWin-win solution
14 MarApakah maksudnya Win-win? Win-win ada 2 macam, yang pertama adalah Win (Tangan menunjuk diri sendiri), kemudian baru Win (Tangan menunjuk orang lain).
Cukup bagus, tapi ada yang lebih bagus yaitu yang kedua : Win (Tangan menunjuk orang lain lebih dahulu) baru Win (tangan menunjuk diri sendiri).
Salah satu contoh, ketika kita bisa memastikan oarng lain Win terlebih dahulu, maka kita akan bisa menjadi Win. Jangan Win dan kita lose/kalah ataupun Loses-Lose juga tidak baik atau kita Win orang lain lose tidak boleh juga karena kan tahan sebentar saja dan orang laintidak mau lagi.
Peluang Bisnis Ada Dimana-mana
14 MarSeringkali kita mengatakan bahwa saya ingin usaha tapi saya tidak punya peluang. Saya tidak tahu usaha apa yang harus saya kerjakan, kalau bicara peluang saya langsung blank..
Tahukah anda bahwa pada dasarnya peluang itu ada dimana-mana dan tidak mengenal waktu dan tempat baik pada kondisi stabil maupun pada kondisi krisis sekalipun selalu ada peluang..
Orang yang mempunyai jiwa wirausaha selalu dapat melihat peluang dan akan segera mengambil kesempatan itu untuk menjadi sebuah usaha..
Kalau anda hanya dapat melihat peluang tapi tidak melakukan apa-apa maka anda belum melakukan usaha maka anda belum termasuk wirausaha..
Bagaimana melihat peluang bisnis dan mendapatkan uang ..???
Sebenarnya gampang karena kata kuncinya adalah Apapun yang kita lihat sebetulnya bisa menghasilkan uang bagi orang lain ataupun bagi kita..
Contohnya : Apa yang kita lihat sekarang?
Misalkan anda sedang membaca tulisan ini di komputer anda, sudah pasti ada orang yang mendapat uang karena blog ini, coba lihat ke lantai ada ubun yang tentunya juga da orang yang mendapatkan uang untuk membuat ubin dan mesangnya.
Kita lihat apa yang ada dalam diri kita semuanya bisa menghasilkan baik untuk diri anda maupun untuk orang lain…
Sekarang anda harus sadar bahwa peluang itu ada dimana-mana.
Sekarang buka mata anda dan buka pikiran anda,
lihat begitu banyak potensi untuk menjadi uang dan pikirkanlah bahwa apa yang kita lihat sebetulnya adalah peluang untuk mendapatkan uang.
Hukum Pygmalion – Hukum Berpikir Positif
28 Feb
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
- Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”
- Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.
- Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”
Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.
Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.” Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.
Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.
Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.
Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
- Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
- Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.
Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”
Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai
Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.
Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.
Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.
10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dan membuatnya sukses
28 Feb
Memulai bisnis atau usaha sendiri seringkali dimulai dengan segudang keraguan, sekeranjang masalah, serta beraskhir dengan kegagalan. Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dan membuatnya sukses.
1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.
2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.
3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.
4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.
5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.
6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.
7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.
8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.
9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.
10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.
sumber: smbzone.indiatimes.com dan wirausaha.com

